Policy Analysis of the Imtihan Wathani and Its Implications for the National Education System in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.70062/incoils.v5i1.351Abstract
ABSTRAK Pendidikan Diniyah Formal (PDF) memiliki peran strategis dalam mencetak ulama dan intelektual Islam, namun integrasinya ke dalam Sistem Pendidikan Nasional masih menghadapi tantangan, terutama terkait standardisasi hasil belajar dan pengakuan ijazah. Studi ini menganalisis secara mendalam proses perumusan dan implementasi kebijakan Imtihan Wathani (IW) sebagai Ujian Akhir Berstandar Nasional bagi PDF, serta menyoroti kontribusi spesifik IW sebagai instrumen strategis untuk mengatasi dualisme pendidikan nasional. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada Kementerian Agama, penelitian ini menemukan bahwa IW tidak hanya memperkuat legalitas ijazah PDF, tetapi juga menjadi mekanisme harmonisasi antara kurikulum keagamaan berbasis turats dan standar pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun IW meningkatkan legitimasi dan kualitas tata kelola PDF, implementasinya masih terhambat oleh kesiapan infrastruktur, kompetensi SDM, serta ketimpangan sosialisasi antardaerah. Studi ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kebijakan dengan merekomendasikan perlunya penyempurnaan regulasi, pemerataan dukungan infrastruktur, dan penguatan kapasitas pelaksana sebagai arah kebijakan masa depan untuk memastikan IW lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kebijakan Pendidikan, Imtihan Wathani, Pendidikan Diniyah Formal, Sistem Pendidikan Nasional ABSTRACT : Formal Islamic Education (PDF) plays a strategic role in producing Islamic scholars and intellectuals, but its integration into the National Education System still faces challenges, particularly in relation to the standardization of learning outcomes and the recognition of certificates. This study provides an in-depth analysis of the formulation and implementation of the Imtihan Wathani (IW) policy as a National Standardized Final Examination for PDF, highlighting the specific contribution of IW as a strategic instrument to overcome the dualism of national education. Using a qualitative case study approach through interviews, observations, and document analysis at the Ministry of Religious Affairs, this study found that IW not only strengthens the legality of PDF diplomas but also serves as a mechanism for harmonizing the turats-based religious curriculum and national education standards. The results of the study show that, although the IW improves the legitimacy and quality of PDF governance, its implementation is still hampered by infrastructure readiness, human resource competencies, and regional disparities in socialization. This study provides empirical contributions to policy development by recommending the need for regulatory improvements, equitable infrastructure support, and capacity building for implementers as future policy directions to ensure that IW is more adaptive, inclusive, and sustainable. Key words: Education Policy, Imtihan Wathani, Formal Diniyah Education, National Education System.References
B.Miles Matthew, Huberman Michael A. Qualitatie Data Analysis, n.d.
Darlis, Ahmad. “Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan.” Jurnal Tarbiyah XXIV, no. 1 (2017):
–93.
Huda, Nurul. “Hasil Wawancara Dengan Kasubdit Pendidikan Diniyah Dan Ma’had Aly.” Di
Derektorat Jenderal Pendidikan Dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Pada Tanggal 23
Februari Pukul 16.30, 2023.
Indahri, Yulia, Pusat Penelitian, Badan Keahlian, Dpr Ri, Jl Jenderal, and Gatot Subroto. “Asesmen
Nasional Sebagai Pilihan Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional National Assessment as a
Choice of Evaluation to National Education System.” Jurnal Masalah-Masalah Sosial | 12, no.
(2021): 2614–5863. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v12i2.2364.
Pendidikan Diniyah dan M’had Aly, Subdit. “Laporan Penyelenggaraan Ujian Akhir Pendidikan
Diniyah Formal Berstandar Nasional/Imtihan Wahani Tahun 2022 M/1433 H.” Di Derektorat
Jenderal Pendidikan Dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, 2022.
Pendidikan Islam, Direktur Jenderal. Petunjuk Teknis Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal,
Pub. L. No. 4412 (2022).
Suroso, Suroso. “Manajemen Pembelajaran Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) Tingkat Wustho
Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya.” Adabiyah : Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1
(2018): 63. https://doi.org/10.21070/ja.v1i3.1237.
Syukron, Ahmad. “KURIKULUM PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL DALAM PONDOK
PESANTREN,” 2020, 8.
Syukron, Ahmad, Samsudi Samsudi, and Kustiono Kustiono. “Pendidikan Diniyah Formal : A
Formal Curriculum for Pesantren in Indonesia.” Innovative Journal of Curriculum and Educational
Technology 9, no. 2 (2020): 63–71. https://doi.org/10.15294/ijcet.v9i2.36645.
Triwiniastuti, Chatarina Sitoresmi, and Wahyu Sabatini. “Implementasi Program Ujian Nasional
Di Sma Negeri.” Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan 6, no. 1 (2019): 54–63.
https://doi.org/10.24246/j.jk.2019.v6.i1.p54-63.
Wahid, Abdul. “Pendidikan Diniyah Formal Wajah Baru Pendidikan Pesantren Untuk Kaderisasi
Ulama’.” Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam - SYAIKHUNA 7, no. 2 (2016): 292 – 302.
http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/syaikhuna/article/view/3078.
William N. Dunn. William-N.-Dunn-Pengantar-Analisis-Kebijakan-Pulblik-Gadjah-Mada-UniversityPress-2003_compressed-1.Pdf, 2003.
Yanti, Suhela. “Analisis Kebijakan Pendidikan.” Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic
Studies 1, no. 1 (2020): 11–26. https://doi.org/10.32505/lentera.v1i1.1662.
Yaqin Husnul, Norlaila. “Impementasi Kebijakan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Di
Kalimantan” 6, no. 1 (2022): 163–75.
Yuliah, Elih. “Implementasi Kebijakan Pendidikan The Implementation of Educational Policies
Elih.” Jurnal At-Tadbir: Media Hukum Dan Pendidikan 30, no. 1 (2020): 129–53.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Proceeding International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




