Application of the Mubadalah Principles in the Division of Domestic and Public Roles in Dual Earner Families (Case Study in Kediri City)
Penerapan Prinsip Mubadalah dalam Pembagian Peran Domestik dan Publik pada Keluarga Dual Earner (Studi Kasus di Kota Kediri)
DOI:
https://doi.org/10.70062/incoils.v5i1.394Keywords:
gender equality, dual-earner families , division of roles between husband and wife, the principle of mubadalahAbstract
Social changes in modern families, especially dual-earner families where both husband and wife work, pose challenges in the division of domestic and public roles. This study examines the division of roles between husbands and wives through the principle of mubadalah (mutuality and cooperation), specifically in dual-earner families in Kediri City. The focus of the study includes the division of roles between husbands and wives in dual-earner families through the principle of mubadalah in relation to the division of domestic and public roles. This study uses qualitative empirical methods through in-depth interviews, observation, and documentation, with qualitative descriptive analysis and data triangulation. The results show diverse dynamics in the division of roles, but there is still gender inequality where domestic work is mostly borne by wives even though husbands also help. Balancing time is a major challenge due to work pressures. Open communication and mutual agreement have proven to be the key to family harmony. The application of the principle of mubadalah as a principle of equality and complementarity can strengthen the relationship between husband and wife, in accordance with Islamic law, which emphasizes justice, partnership, and deliberation in the division of roles between husband and wife.References
Adib, M Afiqul, dan Natacia Mujahidah. “Konsep Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir dan Formulasinya dalam Pola Pengasuhan Anak.” FOKUS : Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan 6, no. 2 (2021): 171–92.
Adib, Muhammad, dan Dona Salwa. “TUKAR PERAN SUAMI DAN ISTRI DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA DAN GENDER.” Journal of Islamic and Law Studies 8, no. 1 (2024): 92–114.
Afwan, Muhammad Muhsin. “Posisi Ideal Wanita Kariri dalam Rumah Tangga Perspektif Al- Qur ’ an.” Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan 22, no. 1 (2025): 17–27.
Ayu, Dinna Wulan Puspita. “Hasil wawancara dengan Bapak L dan Ibu N, 03 November 2025,” 2025.
———. “Hasil wawancara dengan Bapak T, 03 November 2025,” 2025.
———. “Hasil wawancara dengan Ibu T, 03 November 2025,” 2025.
———. “Hasil wawancara dengan Ibu Y, 03 November 2025,” 2025.
Basalamah, Anwar Bahar. “Angka Cerai Tinggi di Kota Kediri Ini Faktor Utamanya.” Radar Kediri, 2023. https://radarkediri.jawapos.com/hukum-kriminal/781298827/angka-cerai-tinggi-di-kota-kediri-ini-faktor-utamanya#google_vignette.
Daharis, Ade, Sandi Yoga Pradana, Kalijunjung Hasibuan, Lia Fadjriani, dan Hamzah Mardiansyah. “Relevansi Konsep Mubadalah Dalam Relasi Suami-Istri Menurut Hukum Keluarga Islam.” Jurnal Kolaboratif Sains 8, no. 3 (2025): 1557–63. https://doi.org/10.56338/jks.v8i3.7201.
Efendi, Jonaedi, dan Prasetijo Rijadi. Metode Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Jakarta: Kencana, 2016.
Fernanda, Ericha. “Menjadi Penurut atau Saling Mengayomi? Ini Dia 2 Jenis Pembagian Peran dalam Rumah Tangga.” grid.ID, 2021. https://www.grid.id/parapuan/read/532733195/menjadi-penurut-atau-saling-mengayomi-ini-dia-2-jenis-pembagian-peran-dalam-rumah-tangga?page=all .
Hamzani, Achmad Irwan. “Pembagian Peran Suami Isteri dalam Keluarga.” Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2023, 45–52.
Hermanto, Agus, dan Ihda Shofiyatun Nisa’. “Ekologi Rumah Tangga Harmonis : Konsep Mubadalah sebagai Kunci Utama.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 5, no. 1 (2024): 92–108.
Hidayah, Nurul. “Mubadalah sebagai Paradigma Kesalingan dalam Relasi Suami Istri.” Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum 2, no. 1 (2025): 1–8.
Kodir, Faqihuddin Abdul. Qira’ah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Purbasari, Dyah, dan Kusumaning Putri. “PEMBAGIAN PERAN DALAM RUMAH TANGGA.” Jurnal Penelitian Humaniora 16, no. 1 (2015): 72–85.
Ramadhan, Muhammad Dhiya’Ulhaq Syahrial, dan Ahmad In’am Awaluddin. “Reinterpretasi Konsep Nusyūz Dan Penyelesaiannya Dalam Kompilasi Hukum Islam: Tinjauan Kritis Perspektif Mubādalah.” MAQASID : Jurnal Studi Hukum Islam 14, no. 3 (2025): 28–46.
Saputra, Hadi, Abdul Qodir Zaelani, Intan Suciana Ramadhan, Safarika Khumayiroh, Kunidhurotul Fikriah, dan Dian Eka Putri. “Sinergitas Konsep Mubadalah dalam Kehidupan Rumah Tangga di Era Media Sosial.” At-Tasyrih Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam 11, no. 2 (2025): 74–83.
Srg, Syahruddin, Fauzan Azima Syafiuddin, Anisa Cantika, Aulia Syahrina, dan Yulia Septi Wahyuni. “Konsep Kerja Sama dalam Rumah Tangga Dual-Earner Family menurut Hadis Rasulullah Saw.” Rayah Al-Islam : Jurnal Ilmu Islam 8, no. 4 (2024): 1–11.
Sulastri, Rini. “DUAL-EARNER FAMILY DALAM PANDANGAN MASYARAKAT DAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN ISLAM.” KHAZANAH MULTIDISIPLIN 3, no. 1 (2022): 21–39.
Yanti, Silvia Rahma, dan Nasrulloh. “Konsep Wanita Karier Era 4.0 Persepktif Al-Qur’an.” Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 3, no. 2 (2024): 175–87.
Zakiah, Ade Rosi Siti. “Interpretasi Kontekstual Makna Qaww ā m Dalam Al-Qur ’ an Qs . An- Nisa ’: 34 ( Aplikasi Hermeneutika Abdullah Saeed ).” AL-QUDWAH : Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis 1, no. 2 (2023): 129–46.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Proceeding International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




